Langsung ke konten utama

Postingan

Sebagai Manusia - oleh fyaalt

Sebagai Manusia Oleh fyaalt Sebagai manusia yang kerap mengartikan makna hidup ini, aku dapat mengerti bahwasannya setiap manusia memiliki jalannya masing-masing. Aku juga mengerti tentang keras dan beratnya hidup ini. Sebagai manusia yang kerap kali melakukan kesalahan, aku mengerti bagaimana diperlakukan dan dipandang rendah lewat kacamata oranglain bahkan ketika kita hanya seorang korban. Sebagai manusia aku dapat mengerti perasaan orang tua yang merasa gagal dalam mendidik dan   memenuhi kewajiban serta hak-hak dari anak-anaknya. Entah berapa banyak   waktu yang dikorbankan,keinginan yang ditangguhkan,bahkan berapa kali nyawa menjadi taruhan. Sebagai manusia yang pernah merasa gagal dalam kehidupan, aku juga mengerti harus bersikap bagaimana terhadap kegagalan ini. Dengan mengindahkan setiap kegagalan menjadi suatu langkah kesuksesan dan hal ini tidak mudah bagi setiap manusia. Sebagai manusia yang terpaksa harus kuat menahan tangis emosi dan amarah...

Cerpen - Bukan Parasit #YouthPressID

Bukan Parasit Oleh fyaalt Tokk.. tokk.. tokk... tokk... tokk... "Kak, banguuun! Mau jadi apa kalo bangun kesiangan mulu! Rezeki itu jemput subuh-subuh!" Tok.. tok.. tok.. tok... suara gedor pintu kamarku semakin hari semakin kencang saja samapia membuatku merasa terganggu. Ya.. ayahku membangunkanku lewat ketokan pintu yg suaranya bisa memecahkan gendang telingaku. Walau begitu, dia tetap ayahku, ayah tersayangku. "Iyaaa... aku dah bangun! Jangan ketok ketok pintu udah bangun!" Jawabku dengan nada lantang setengah tidur. Aku bangun menyalakan lampu lalu tidur kembali. Itu siasatku, seolah-olah aku sudah bangun karena lampu kamarku menyala. Akhirnya sampai jam 7 pagi, ibu membangunkan aku, ibu masuk ke kamarku dan bilang bahwa aku sudah telat masuk kampus. Aku hanya kaget dan terburu-buru sampai lupa bahwa aku belum isi bensin untuk kendaraan tersayangku, motor matic. "Ayah, Ibu, aku berangkat." Salamku setiap pagi saat akan memulai hari. ...

PUISI - Sunyi dan Egomu

Sunyi dan Egomu fyaalt Ku melihat kau di sudut jendala malam itu Terlihat termenung menatap bintang malam Kau seakan bertanya pada gelapnya awan Sembari ditemani tetesan rintik hujan Bergumam, “Berat, tak tahan. Perlu menunggu berapa lama lagi?” Begitu ku perhatikan Lewat punggungmu yang kau tunjukkan Dan bayangan hitam tampak merasakan kesedihan Sampai jam berdetak menemani kesunyian Menggema dalam ruang Mungkin kau tak merasakan kehadiranku Tapi ku berusaha untuk bertahan meyakinkan Justru kau semakin bersikukuh dengan pikiran Melawan keadaan dan hanya mempersulit pilihan Ruang gelap yang berlalu masih tertinggal di hadapan Kau melihat silaunya cahaya tapi tak berusaha menggapai Akhirnya kau hanya mendengar bisikan yang meragukanmu kembali Sehingga kau lupa egomu sendiri Bukankah hidup ini tetap dimiliki oleh Sang Pemilik Hati?

Puisi - Milik Siapa

Milik Siapa oleh fyaalt Siapakah yang mampu memadamkan api ini Yang telah menggerogoti jiwa Siapakah yang mampu melembutkan hati ini Yang telah tertumpuk oleh rasa amarah Jika Tuhan saja murka Terhadap jiwa yang berdosa Lantas mengapa manusia masih bahagia Terhadap kebahagiaan dunia Memang milik siapa?

Puisi - Tanya

Tanya oleh fyaalt Lembaran apa yang isinya hanya noda Bahan apa yang tak bisa dibersihkan Dengan air dan tanah Tangis siapa yang selalu meminta Di tiap malamnya Oh Ibunda… Tuhan masih sayang denganku Menyuruhku hidup untuk bahagiakanmu Tapi.. lautan telah menenggelamkan Bersama ketidakmampuanku

Dunia tak seindah harapan

Dunia tak seindah harapan oleh fyaalt Dunia tak seindah harapan Juga tak seluas dugaan Betapa sering kau berharap duniamu sesuai dengan khayal? Juga hipotesamu dalam kehidupan yang akan datang? Betapa berat mengikuti hawa nafsu diri tanpa bermuhasabah dan bertaubat Betapa ringan diri melangkah ke jalan yang penuh dengan amarah Seringkali Tuhan yang kau sebutkan tak pernah benar-benar kau hadirkan Duniamu yang seindah harapan akan hampa dan risau tanpa amalan Duniamu yang seluas dugaan akan sempit jika mengandalkan hawa nafsu setan

Catatan

BOLEHKAN? Sebuah pesan untukmu Oleh fyaalt AKU HARAP SUATU HARI NANTI INI AKAN TERBACA OLEHNYA atau mungkin dia sedang membacanya diam-diam? Kalau iya, Haloo.. ini aku ketik di saat kamu tidak lagi merespon pesan dariku. Aku rasa dari awal kita tak pernah punya rasa yang benar-benar ada. Mungkin aku saat itu hanya kesepian dan kebetulan kamu terpikirkan olehku, dan aku merindukan moment kamu memberikan perhatian kepadaku. Mungkin kamu saat itu hanya membalas asa, mengatakan nyaman saat bersamaku padahal tak semua sesuai keinginanmu. Mungkin saat itu juga harusnya ku tak ungkapkan suka, karena aku hanya takut kamu meninggalkan tanpa memberi kabar dan aku sudah terbiasa dengan itu semua. Mungkin seharusnya kamu juga tak usah sungkan untuk bilang tidak, padahal kamu tau apa yang kamu rasakan saat itu. Padahal aku tau diriku, aku paham diriku. Aku egois dan aku hanya merasa hampa. Padahal kamu tau dirimu, kamu paham dirimu. Kamu hanya tak pandai mengekspresikan ra...